Pertemuan 4 - Subyektivisme & Obyektivisme ; Konfirmasi, Inferensi & Kontruksi Teori ; Critical Thinking ; Logika

Pertemuan 4
Subyektivisme & Obyektivisme ; Konfirmasi, Inferensi & Kontruksi Teori ; Critical Thinking ; Logika
oleh Bpk. Carolus

Pada pertemuan ke 4 ini kita harus pulang jam 5 sore karena di tambah 2 jam kelas lagi. Cukup melelahkan kelas dari pagi sampai sore.

Sesi I
SUBYEKTIVISME & OBYEKTIVISME



Pengetahuan adalah keyakinan yang dianut oleh individu,  Dipahami sebagai seperangkat keyakinan khusus yang dianut oleh para individu.




Rene Descartes
"Cogito ergo sum cogitans - saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir"
Yang di maksud "berpikir" nya Descartes bukan pada penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit (seluruh kegiatan sadar) masuk ke dalam kegiatan "berpikir"







Realisme Epistemologis


Kesadaran menghubungkan saya dengan 'apa yang lain' dari diri saya
 Idealisme Epistemologis
Setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide, yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni
Setelah Rene Descartes banyak filsuf yang mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita.

Pengetahuan mengenai diri sendiri merupakan pengetahuan langsung, sedankgan pengetahuan tentang sesuatu 'yang bukan aku' atau 'yang diluar diri sendiri' diragukan kepastian dan kebenarannya, yang merupakan pengetahuan tidak langsung.

OBYEKTIVISME

Obyektivisme suatu pandangan pengetahuan manusia yang melampaui (di luar) keyakinan dan kesadaran individu itu sendiri.

3 pangandan dasar obyektivisme :

  1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif
  2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual
  3. Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi
Obyek itu bersifat umum, dalam arti obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas, dan obyek itu sendiri bersifat permanen, baik dipersepsikan atau pun tidak.

Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawim ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti :
  1. Obyek harus sesuai dengan jenis indera 
  2. Organ indera harus normal dan sehat
  3. Obyek ditangkap melalui medium, maka medium harus ada
Perbedaan Obyek Khusus dan Obyek Umum :
  1. Obyek Khusus : data yang ditangkap dengan satu indera. Ex : warna, suara dan bau
  2. Obyek Umum : data yang ditangkap dengan lebih dari satu indera. Ex : keluasan dan gerak dapat dilihat dan diraba oleh indera lainnya.
Sesi II
KONFIRMASI, INFERENSI & KONSTRUKSI TEORI

KONFIRMASI

Etimologi Konfirmasi berasal dari kata Inggris, yaitu Confirmation yang artinya penegasan, memperkuat.

Ada 2 aspek konfirmasi :
  1. Kuantitatif : memastikan kebenaran dengan mengumpulkan sampel atau data-data yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum
  2. Kualitatif : memastikan kebenaran dengan menjalankan model wawancaran mendalam (depth interview)
Ada 3 jenis konfirmasi :
  1. Decision Theory : kepstian berdasarkan keputusan
  2. Estimation Theory : menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas
  3. Reliability Theory : menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah-ubah terhadap hipotesis
INFERENSI

Inferensi adalah penyimpulan. Penyimpulan itu sendiri dapat diarikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion)
Dengan kata lain, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi atau keputusan
Inferensi itu sendiri bertolak dari pengetahuan yang sudah ada ke pengetahuan yang baru,

Penyimpulan itu sendiri bisa "mengakui" atau "memungkiri" dari suatu pernyataan.

Jenis inferensi
Dalam logika penarikan konklusi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
  1. Inferensi Deduktif
  2. Inferensi Induktif


Deduktif : penarikan kesimpulan dari khusus ke umum. Deduktif di bagi lagi menjadi 2, yaitu :
  1. Inferensi Langsung
  2. Inferensi Tidak Langsung (Inferensi Silogistik)


Inferensi Langsung
Penarikan kesimpulan hanya dari sebuh premis/pernyataan.
Premis adalah data, bukti atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan.
Jadi, kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis-premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersbut.
Konklusi sendiri yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya

Inferensi Tidak Langsung (Inferensi Silogistik)
Penarikan kesimpulan dengan menggunakan 2 premis. Konklusi nya tidak lebih umum dari pada premis-premisnya
Proposi-proposi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposi yang menjadi konklusi disebut konsekuens
Predikat dalam konklusi disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor

Semua manusia adalah fana (term mayor)
Premis Mayor
Semua cendikiawan adalah manusia (term minor)
Premis Minor
Semua cendikiawan adalah fana
Konklusi

Hukum Inferensi :
  1. Kalau premis-premis nya benar, maka kesimpulan benar
  2. Kalau premis-premis nya salah, maka kesimpulan dapat dalah, dapat kebetulan benar
  3. Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah
  4. Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah
KONTRUKSI TEORI

Definisi : teori=model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau sosial tertentu.
Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah

Menurut Miarso
Teori adalah 'jendela' untuk mengamati gejala yang ada, dan berdasakan data empiris berhasil dianalisis dan disintesekan
 Teori berkembang dalam 3 periode :


  1. Animisme : dimana teori ini berkembang karna percaya pada mitos
  2. Ilmu empiris : pengalaman, klasifikasi, penemuan hubungan-hubungan dan perkiraan kebenaran
  3. Ilmu teoritis : yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran
Teori dibangun dengan abstaksi generalisasi dan deduksi probabilistik dan apriori(spekulatif)

3 Model Kontruksi Teori :
  1. Korespodensi : kebenaran dapat dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain
  2. Koherensi : sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertenti
  3. Paradigmatis : kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks
Aliran-aliran Kontruksi Teori :
  • Reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung
  • Instrumentalisme : teori ialah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkontruksi
  • Realisme : teori dianggap benar bila real, secara substantif ada, bukti fiktif
Sesi III
CRITICAL THINKING

Berpikir Kritis :
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu(Chaffee,1990)
Pemeriksaan/pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru  (Strader,1992)

Karakteristik Berpikir Kritis :

  1. Rasional, Reasonable, Reflektif : Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti; bukan atas dasar keinginan pribadi
  2. Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif : Tidak menerima atau menolak ide-ide, kecuali karena mengerti hal tersebut
  3. Otonomi : Berpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan diarahkan oleh anggota grupnya
  4. Kreatif : Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep
  5. Adil : Tidak bias atau berpihak
  6. Dapat Dipercaya dan Dilakukan : Memutuskan tindakan yang akan dilakukan; Membuat observasi yang dapat dipercaya; Menegakkan kesimpulan secara tepat; Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir Kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam :
  1. Analisa
  2. Aplikasi standar
  3. Diskriminasi
  4. Pencarian informasi
  5. Pembuatan alasan logis
  6. Prediksi
  7. Transformasi pengetahuan
5 Model Berpikir Kritis :
  1. Total Recall
  2. Habits
  3. Inquiry
  4. New ideas and Creativity
  5. Knowing how you think
Sesi IV
LOGIKA
Logika? Logika itu apa si? apa yang terbesit oleh kalian saat mendengar kata logika? sesuatu yang berhubungan otak? atau sesuatu yang harus menguras tenaga karna harus berfikir?

Logika dalam bahasa Yunani, yaitu logikos : sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
Logika pertamakali digunakan oleh Zeno dari Citium (262-334 SM)

Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat)

Ilmu pengetahuan : kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu

Obyek logika ada 2, yaitu :

  1. Objek material logika : manusia itu sendiri
  2. Objek formal logika : kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa 








Source : PPT Tim Dosen Filsafat

1 komentar: