Pertemuan 5 - Silogisme

Pertemuan 5
Silogisme
oleh : Dr. Raja Oloan Tumanggor

Silogsime adalah suatu simpulan dimana dari dua premis yang disimpulkan suatu putusan yang baru
Prinsip nya selalu, jika premis benar, maka simpulannya benar

Silogisme ada 2 macam, yaitu :
  1. Silogisme kategoris
  2. Silogisme hipotetis





Silogisme Kategoris
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat)
M ® P
S ® M
S ® P

Contoh :
M – P : Perbuatan jahat itu haram
S – M : Menghina itu adalah perbuatan jahat
S – P : Maka, menghina itu haram

Silogisme kategoris tunggal mempunyai dua premis yang terdiri atas 3 term, yaitu : S, P, M

Bentuk-bentuk silogisme kategoris tunggal :
M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor
ATURAN :  premis minor harus sebagai penegasan dan premis mayor bersifat umum
Contoh :
            M – P : Setiap manusia dapat mati (mayor)
            S – M : Aritoteles adalah manusia (minor)
            S – P : Jadi, Aritoteles dapat mati (simpulan)
M menjadi P dalam premis mayor dan minor
ATURAN : salah satu premis harus negative dan premis mayor bersifat umum
Contoh :
            P – M : Lingkaran adalah bentuk n=bundar (mayor)
            S – M : Segitiga bukan bentuk bundar (minor)
            S – P : Segitiga bukan lingkaran (simpulan)
M menjadi S dalam premis mayor dan minor.
ATURAN : premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat particular
Contoh :
            M – P : Mahasiswa itu orang dengan tugas belajar (mayor)
            M – S : Ada mahasiswa yang orang bodoh (minor)
            S – P : Jadi, sebagian orang bodoh itu orang dengan tugas belajar (simpulan)
M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor
ATURAN : premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat particular
Contoh :
            P – M : Influenza itu penyakit (mayor)
            M – S : Semua penyakit mengganggu kesehatan (minor)
            S – P : Jadi, sebagian yang mengganggu kesehatan itu influenza (simpulan)

Silogisme kategoris majemuk
Bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari 3 premis

Jenis-jenis silogisme kategoris majemuk :
  1. Epicherema : silogisme yang salah satu atau dua premisnya disertai alasan
  2. Enthymema : silogisme yang salah satu premis atau simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yang disingkat.
  3. Polisilogisme : dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
  4. Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusannya dihubungkan satu sama lain, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya


Hukum silogisme kategoris
  • Silogisme tidak boleh mengandung lebih dari 3 term (S, M, P)
  • M tidak boleh masuk dalam kesimpulan. Fungsi M mengadakan perbandingan dengan 2 term
  •  Term S dan P dalam simpulan tidak boleh lebih luas dari premis-premisnya

Source : PPT Tim Dosen Filsafat



0 komentar: