Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Pola Perilaku Anak

Latar Belakang
         Setiap keluarga ingin mempunyai hubungan yang harmonis dan bahagia. Kenyataannya tidak semua keluarga dapat berjalan dengan baik sesuai keinginan mereka. Sementara itu, tidak semua keluarga merasakan kebahagiaan dan saling menyayangi, tetapi melainkan merasakan kesedihan, tertekan dan takut. Hal ini sering terjadi pada keluarga yang bermasalah dan sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Anak menjadi saksi peristiwa KDRT yang menjadi suatu peristiwa traumatis dalam kehidupannya karena keluarga seharusnya menjadi tempat pemberi rasa aman. Sebaliknya, keluarga memberikan kekerasan yang menciptakan rasa takut dan kemarahan pada anak. Hal ini dapat memunculkan dampak negatif seperti gangguan fisik, mental, dan emosional pada anak.

Peran Keluarga dalam Perkembangan Kepribadian Anak


Peran Keluarga dalam Perkembangan Kepribadian Anak
Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit sosial yang terkecil dalam masyarakat dan juga merupakan lembaga pertama yang dimasuki seorang anak ketika dilahirkan. Menurut Andiwikarta (1988, h. 66-67) dan Sigelman & Shaffer (1995, h. 390-391) dikutip dalam Yusuf (2004, h. 36) Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang bersifat universal, artinya terdapat pada setiap masyarakat di dunia (universe) atau suatu sistem sosial yang terpancang (terbentuk) dalam sistem sosial yang lebih besar. Keluarga juga merupakan kumpulan orang yang memiliki iktan darah/keturunan maupun ikatan emosi yang dimiliki oleh seorang anak. Keluarga berubah sejalan dengan perubahan jaman. Perubahan yang diinginkan diharapkan bermuara pada kesejahteraan dan kebahagiaan.

Pengetahuan Dan Intelegensi Manusia Pengertian Dalam Manusia

Pengetahuan Dan Intelegensi Manusia
 Pengertian Dalam Manusia


Pada sesi ini, kami disuruh membuat powerpoint tentang “Pengetahuan dan Intelegensi Manusia Pengertian Dalam Manusia. Silakan bertanya jika ada yang ingin ditanyakan.


Pertemuan 8b - Kebebasan

Pertemuan 8b
Kebebasan
Dosen : Bonar Hutapea, M. Si. Psi


Menurut kalian kebebasan itu apa si? Dan apakah kalian merasa memiliki kebebasan itu sendiri? Kalau iya kebebasan apa yang sudah kalian dapatkan?
Menurut pendapat saya sendiri kebebasan itu adalah hak manusia untuk melakukan segala sesuatu tetapi tetap dengan tanggung jawab. Manusia itu sebenarnya makhluk yang bebas karena mereka dapat memberikan pendapat mereka secara bebas dan terbuka.
Lalu kenapa ada peraturan kalau kebebasan itu adalah suatu hal yang dibolehkan? Jawabannya adalah untuk membatasi kebebasan manusia agar tidak berlebihan atau disalahgunakan.
Kebebasan manusia memiliki batasan-batasan agar tidak melenceng dari norma, nilai, dan etika.

“Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan” –Erich Fromm

Pertemuan 8a - Manusia dan Afektivitasnya

Pertemuan 8a
Manusia dan Afektivitasnya
Dosen : Dr. Raja Oloan Tumanggor

Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afektivitas yang selalu mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks.

Yang bukan perbuatan afektif, yaitu :
1. Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan (Cinta mendahului perbuatan)
2. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa.

Hidup afektif atau afektivitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga subjek ditarik oleh objek atau sebaliknya. Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.

Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka hal itu tidak baik.
Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.

Menurut St. Agustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Tuhan adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, maka saya mendekati Tuhan.



Source : PPT Tim Dosen Filsafat

Persahabatan Sejati Jiwa dan Badan

Persahabatan Sejati Jiwa dan Badan


Narator : "Sahabat" apakah yang terpikir oleh Anda jika mendengar kata tersebut? Orang yang selalu berada di sisi Anda ketika suka dan duka? Orang yang selalu mengerti kondisi Anda walau Anda tidak mengatakannya? Ya, semua itu benar. Sahabat merupakan dua badan tetapi menjadi satu jiwa dengan kita. Sahabat memang memiliki badan yang berbeda, tetapi jiwa yang bersatu di antara dua badan yang berbeda tidak mungkin dapat dipisahkan. Jiwa tidak mungkin terlepas dari badan karena mereka merupakan satu kesatuan.

Tetapi dua jiwa yang bersahabat yang dimiliki oleh dua badan pasti akan bersatu layaknya persahabatan antara 'Badan' dan 'Jiwa'. Dimulai dari sebuah perkenalan yang sangat asing hingga menjadi persahabatan yang tidak pernah putus dan bahkan tidak akan ada seorangpun yang dapat memisahkan hubungan persahabatan yang terjalin secara alami tersebut. Walau sangat jarang untuk berkomunikasi, tetapi tali persahabatan itu tetap terjalin erat. Sampai pada suatu kondisi dan waktu yang membuat kedua sahabat itu menabrak suatu batu yang mengguncangkan persahabatan mereka.

Pertemuan 7 - Badan dan Jiwa

Pertemuan 7
Badan dan Jiwa
Dosen : Dr. Raja Oloan Tumanggor

Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk pribadi diri kita. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia