Pertemuan 3B - Kebenaran

Pertemuan 3B
Kebenaran
oleh Bpk. Mikha Agus Widiyanto, S.Th, M.Pd

Apa itu kebenaran?

Kebenaran dimengerti sebagau kesesuaian antara apa yang dipikirkan dengan kenyataan sesungguhnya.

Kebenaran berasal dari kata Yunani yaitu alètheia
Etimologi kebenaran menurut Plato bahwa alètheia adalah ketaktersembunyiaan adanya atau ketersingkapan adanya

Pengetahuan itu sendiri akan disebut benar juga sesuai dengan kenyataannya


Plato berpendapat bahwa kebenaran sebagai ketidaktersembunyiaan adanya itu tidak dapat dicapai manusia selama hidupnya di dunia ini


Menurut Aritoteles, memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif atau negatif

Menurut kaum Positivisme Logis, kebenaran dibedakan menjadi 2 :
  1. Kebenaran Faktual
  2. Kebenaran Nalar
Kenemaram Faktual
Kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia
Contoh : pisau itu tajam pernyataan itu harus memiliki kebenaran faktual, harus bisa diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi.

Kebenaran faktual kepastiannya tidak pernah mutlak tetapi dapat diterima sebagai benar.

Kebenaran Nalar
Kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia ini
kebenaran nalar dapat kita temui dalam logika dan matematika. kebenaran ini di dasarkan pada penyimpulan deduktif. Sifat kebenaran nalar adalah mutlak tetapi tidak pasti.

Kebenaran menurut Thomas Aquinas dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) : kebenaran yang terdapat dalam kenyataan
  2. Kebenaran Logis (Veritas Logica) : kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia
Kedudukan Kebenaran
Menurut Platonis kedudukan lebih diletakan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui sedangkan menurut Aristotelian kedudukan dalam subyek yang mengetahui
Menurut Kaum Eksisensial kebenaran secara pribadi berharga bagi subyek yang bersangkutan dan dipegang teguh dengan penuh kesetiaan

Source : PPT Tim Dosen Filsafat

0 komentar: